
Dalam Injil, Yesus melarang para murid untuk membawa bekal berlebihan. Bukan karena Tuhan mau menyusahkan, tetapi karena Ia mau mengajar satu hal: dalam mewartakan Kerajaan Allah, yang utama bukan apa yang kita punya, tetapi siapa yang mengutus kita.
Sering kita menunda untuk berbuat baik karena merasa “belum siap”, “belum cukup”, “belum punya waktu”. Padahal Tuhan tidak minta kesempurnaan kita. Tuhan hanya minta kesediaan kita.
Kalau kita melangkah dengan hati yang percaya, Tuhan sendirilah yang akan mencukupkan. Cukupkan kata-kata, cukupkan tenaga, cukupkan pintu rejeki yang terbuka.
Tugas kita hanya pergi dan mewartakan kerajaan Allah. Lewat kata2, lewat tindakan nyata, lewat perhatian kecil kepada sesama.
Hari ini mari kita belajar melepas rasa khawatir berlebihan.Â
Berangkatlah dengan penuh sukacita, karena yang mengutus kita berjalan bersama kita.
Marilah Berdoa:
“Utuslah Roh-Mu ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi”
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.