
Kisah menarik ditampilkan dalam Injil hari ini. Di Gadara, Yesus membebaskan dua orang yang kerasukan. Mereka pulih dan bisa hidup normal lagi. Seharusnya hal ini menjadi kabar baik. Tapi warga justru mengusir Yesus. Sebabnya babi-babi mereka mati dan mereka rugi secara materi.
Dari sini kita melihat dengan jelas apa yang mereka takutkan, yakni kehilangan kenyamanan dan harta.
Bagi warga Gadara, babi itu pekerjaan, itu penghasil uang, itu rasa aman. Ketika Yesus datang dan sesuatu berubah, mereka langsung merasa terancam. Mereka lebih rela hidup berdampingan dengan orang yang tersiksa, asalkan usaha mereka tetap aman. Kehadiran Yesus hanya dianggap mengganggu.
Kita pun bisa jatuh ke dalam pola yang sama. Kita berdoa minta Tuhan menolong hidup kita. Tapi saat Tuhan mulai membereskan bagian yang salah, kita jadi takut. Takut kehilangan kebiasaan yang sudah nyaman, takut kehilangan penghasilan dari cara yang tidak benar, takut kehilangan citra diri di depan orang.
Padahal Tuhan tidak pernah mengambil untuk membuat kita miskin. Dia mengambil supaya ada ruang untuk memulihkan kita. Orang yang kerasukan itu kehilangan “babi”, tapi ia mendapat kembali jiwanya, martabatnya, dan hidup yang tenang.
Maka jangan sampai kita menolak Tuhan hanya karena takut kehilangan kenyamanan. Karena apa yang Tuhan pulihkan dalam diri kita, nilainya jauh melebihi apa pun yang kita lepaskan.
Marilah Berdoa:
“Ya Allah, bebaskanlah aku dari belenggu dosa ini”
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.