
Bacaan Injil hari ini intinya soal dua hal: pengenalan dan kepercayaan.
Yesus tidak bertanya, “Apa kata orang tentang Aku?” Ia bertanya, “Menurutmu, siapa Aku?” Iman itu urusan pribadi. Kita tidak bisa titipkan iman kita ke orang lain. Petrus menjawab dengan keyakinan: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”
Atas dasar iman itulah Yesus berkata: “Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku.”Batu karang itu bukan Petrus yang sempurna, tetapi iman yang mengaku Yesus sebagai Tuhan. Selama ada iman seperti itu, Gereja tidak akan hancur.
“Kunci Kerajaan Surga” dan kuasa mengikat-melepaskan artinya Gereja diberi tugas: membuka pintu bagi orang untuk berjumpa Allah. Lewat pengampunan, ajaran, dan persekutuan. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk merangkul.
Jadi pertanyaannya kembali ke kita hari ini: Siapa Yesus bagi kita? Apakah Yesus sungguh menjadi pusat hidup kita?
Kalau Dia pusatnya, maka hidup kita harus mencirikan itu. Hidup lebih tenang, lebih sabar, dan lebih berani untuk memaafkan.
Mari kita minta rahmat untuk iman yang sederhana tapi kokoh, seperti Petrus.
Marilah Berdoa:
“Ya Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu”
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.