
Injil hari ini mengisahkan tentang Tomas, salah satu murid Yesus. Ia tidak ada ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid. Karena itu ia berkata, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, aku tidak akan percaya.”
Tomas jujur dengan keraguannya. Ia tidak pura-pura kuat dalam iman. Seminggu kemudian Yesus datang lagi dan mengajak Tomas menyentuh luka-Nya. Di situlah Tomas berseru: “Ya Tuhanku dan Allahku.”
Yesus lalu mengatakan sebuah kalimat yang juga ditujukan kepada kita: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Iman tidak selalu berarti tidak ragu. Kadang iman lahir justru dari keraguan yang jujur, yang dibawa kepada Tuhan. Yesus sabar menanti. Ia menemui Tomas di tempat ia berada, bukan menuntut ia harus sudah sempurna percaya.
Kita pun sering seperti Tomas. Ada saat kita ingin bukti, ingin kepastian, ingin merasakan dulu baru percaya. Tapi Yesus mengundang kita melangkah sedikit lebih dalam. Percaya bukan karena sudah melihat semuanya, tapi karena berani menyerahkan diri kepada Dia yang hidup.
Karena kebahagiaan sejati bukan ada pada melihat, melainkan pada percaya bahwa Tuhan tetap hadir, walau tidak kelihatan.
Marilah Berdoa:
“Ya Tuhanku dan Allahku, aku percaya bahwa Engkau satu Allah tiga diri…”
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.