
Seorang guru tidak datang untuk merobek buku pelajaran sesuka hati. Tapi ia datang supaya murid benar-benar paham isinya dan bisa menjalankannya. Kalau hanya hapus halaman, murid tidak belajar apa-apa. Yesus juga begitu terhadap hukum Tuhan.
Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya.”Â
Menggenapi berarti menunjukkan maksud yang sebenarnya. Hukum Tuhan bukan daftar larangan supaya hidup kita susah. Hukum Tuhan diberikan supaya kita belajar mengasihi Allah dan sesama dengan benar. Yesus hidup tepat sesuai hukum itu, lalu mengajarkan bahwa ketaatan sejati dimulai dari hati, bukan hanya dari luar.Â
Karena itu Yesus mengingatkan: siapa yang mengabaikan perintah Tuhan, sekalipun yang dianggap kecil, dan mengajar orang lain berbuat sama, ia tidak mendapat tempat terhormat di Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkannya, ia akan dihormati.Â
Jadi ukuran di hadapan Tuhan bukan seberapa banyak kita tahu, tetapi seberapa sungguh kita hidup menurut apa yang kita tahu.
Mari kita jalani perintah Tuhan dengan hati yang sungguh, bukan sekadar kewajiban belaka. Jika firman berkata kasihilah sesamamu, maka wujudkan dalam perkataan dan tindakan yang jujur. Jika firman berkata hormati orang tuamu, maka tunjukkan lewat sikap yang sabar dan peduli.Â
Tuhan tidak mencari orang yang hebat. Tuhan mencari orang yang setia.
Marilah Berdoa:
“Ya Allah, melaksanakan perintah-Mu adalah jalan terbaik menuju Dikau“
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.