Renungan pagi. Api Injil🔥
Hari Rabu Pekan Biasa XIX
Yeheskiel. 9:1-7, 10:18-22
Matius. 18:15-20
Manusia memiliki kecenderungan untuk membincangkan keburukan orang lain di tempat tersembunyi, dan malu untuk mengungkapkan pujian atas kebaikan orang lain. Mungkin benar dikatakan demikian, di mana dia atau tiga orang berkumpul, di sana ada “Gosip” Yang siap di hembuskan. Apa lagi dengan perkembangan dunia teknologi, keburukan dan kejelekan sesama dengan mudahnya dibagi-bagikan. Sebaliknya, kebaikan dan keberhasilan orang lain tidak sering diwartakan kepada sesama.
Saudara-saudariku yang terkasih, Yesus dalam kisah injil hari ini mewariskan pesan yang sangat jelas untuk kita. Setiap keburukan yang dilakukan oleh sesama, tidak boleh dijadikan cerita untuk dikisahkan kepada orang lain. Sebaliknya, yang perlu dilakukan adalah menegur secara empat mata.
sayangnya, kita lebih sering hadir sebagai hakim yang selalu memberi penilaian dan vonis atas keburukan atau kejahatan orang lain, dari pada sebagai teman yang datang menawarkan nasihat dan teguran.
Saudara-saudariku, semoga bacaan Injil hari ini menyadarkan kita semua untuk senantiasa menguburkan semua hal buruk dan memberitakan perihal yang baik. Keburukan dan kejahatan tidak untuk diwartakan, sebab hanya sukacita injili yang perlu diwartakan oleh para pengikut Kristus. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Allah Bapa yang mahabaik, ciptakanlah Damai dan kerukunan di antara sesama manusia. Semoga hatiku dilimpahi dengan kasih-Mu yang sanggup aku bagikan dengan sesama di sekitarku. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.