
Yesus berkata: “tidak seorang pun menuangkan anggur baru ke dalam kantong kulit yang lama.” Anggur baru melambangkan hidup baru dari Tuhan. Kantong lama adalah hati yang masih terikat pada kebiasaan lama: iri hati, dendam, kepalsuan, dan egoisme.
Kadang kita rajin doa, ikut Misa, bahkan aktif pelayanan, tapi hati masih keras, tidak mau mengampuni, iri hati, atau lebih sibuk mencari pujian. Itu sama saja seperti kantong lama yang tidak bisa menampung anggur baru.
Tuhan mau hati kita diperbarui. Berani melepaskan kebiasaan buruk, rendah hati untuk mengampuni, dan tulus dalam pelayanan. Hanya dengan hati yang baru, kasih Tuhan bisa benar-benar tinggal dalam diri kita.
Pesan untuk kita hari ini: Jangan biarkan hidup kita tetap jadi kantong lama. Bukalah hati, biarkan Tuhan memberi semangat baru, supaya hidup kita berbuah.
Marilah berdoa:
“Tuhan Yesus, ubahlah hatiku yang lama menjadi hati yang baru. Buatlah aku siap menerima kasih dan berkat-Mu, serta hidup setia melayani-Mu”
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.