
Dalam Injil hari ini, ada dua hal yang Yesus soroti:
1. Hati-hati dengan orang yang suka pamer
Yesus menegur ahli Taurat yang suka berjalan memggunakan jubah panjang, senang dihormati, dan doa di tempat2 yang ramai supaya dilihat orang, haus pujian. Tapi hidupnya tidak benar. Tuhan tidak menyukai orang yang beragama hanya untuk dilihat.
2. Persembahan janda miskin
Yesus duduk dekat peti persembahan. Orang kaya memasukkan uang banyak. Lalu datang janda miskin memasukkan 2 peser saja, uang paling kecil. Kata Yesus, “Janda ini memberi lebih banyak dari semua orang.” Kenapa? Karena orang kaya memberi dari kelebihan, tapi janda itu memberi dari kekurangannya, semua yang ia miliki.
Pesan untuk kita:
Tuhan tidak lihat jumlahnya, Tuhan lihat hatinya. Memberi 2 peser dengan tulus dan percaya penuh pada Tuhan, itu lebih berharga daripada memberi jutaan tapi untuk dipuji orang.
Jadi hari ini mari kita renungkan: Saat ke gereja, melayani atau saat bantu sesama, kita seperti ahli Taurat atau seperti janda miskin?. Kita memberi karena cinta atau karena mau dilihat? Kita memberi dari sisa waktu dan sisa uang agar tetap terlihat baik, atau kita berani memberi yang utama karena sungguh mengasihi Tuhan.
Mari belajar dari janda itu. Memberi bukan soal banyak sedikit, tapi soal percaya dan tulus. Karena Tuhan lebih suka hati yang memberi, bukan hanya tangan yang memberi.
Marilah Berdoa:
“Ya Tuhan, jadikanlah diriku sebagai persembahan terindah bagi-Mu”
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.