Hari senin, Pekan biasa XVII
Yeremia. 13:1-11
Matius. 13:31-35
Saudara-saudariku yang terkasih, kita sering memilih untuk melakukan suatu perbuatan baik yang berskala besar dan tentu ingin dilihat oleh banyak orang, dibandingkan dengan melakukan hal-hal baik yang kecil dan sederhana. Orang sering menganggap remeh satu dua kantong plastik yang berserakan. Orang lebih beranggapan membuang satu puntung rokok di sebuah pot bunga dan tidak menjadi masalah. Sebetulnya tidak ada klasifikasi kualitas dalam melakukan suatu perbuatan baik dan benar. Kualitas kebaikan dan kebenaran tidak ditentukan oleh besar atau kecilnya suatu perbuatan.
Saudara-saudariku, Hal kerajaan Allah bukanlah perkara besar atau kecilnya perbuatan itu. Allah berkarya dalam semua tindakan baik dan benar. Ibaratnya biji sesawi yang ditanam, akan menjadi pohon yang dapat membuat burung-burung bersarang. Ibaratnya ragi yang larut, namun mengubah adonan menjadi berbeda dari sebelumnya.
Intinya adalah melakukan tindakan yang baik dan benar, sekalipun itu sederhana dan kecil di mata orang lain. Sekalipun tindakan itu kemudian tampaknya hilang dan tak berbekas. Namun, percayalah, tindakan yang baik dan benar tidak akan pernah sia-sia untuk kita praktekan. Sebab, landasan sebuah kebaikan dan kebenaran bukan terletak pada skala dari perbuatan itu sendiri, tetapi pada dasar dari tindakan itu, yakni Allah sendiri. Di mana ada kebaikan dan kebenaran dilakukan, disitulah Allah hadir. Untuk itu, marilah kita membangun kerajaan Allah di muka bumi ini dengan melakukan tindakan-tindakan kebaikan dan kebenaran, sekecil dan sesederhana apa pun bentuknya. Tuhan memberkati kita semua.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.