Home » BEBAN YANG PALING BERAT

BEBAN YANG PALING BERAT

by Paroki St, Yoseph Buli
0 comments
Renungan, Kamis 2 Juli 2026. Hari Biasa XIII (H).  Am 7:10-17; Matius 9:1-8.


Injil hari ini mengisahkan seorang lumpuh yang dibawa di hadapan Yesus. Menariknya, hal pertama yang Yesus lakukan bukan langsung menyembuhkan tubuhnya, melainkan berkata: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Baru setelah itu Yesus menyembuhkan kelumpuhannya, supaya orang tahu bahwa Ia berkuasa mengampuni dosa.

Dari peristiwa ini kita melihat satu hal yang jelas. Bagi Yesus, yang paling utama bukan hanya sehatnya badan, tapi pulihnya relasi dengan Allah. Kelumpuhan itu nyata dan menyakitkan. Tapi dosa adalah beban yang lebih berat, karena mengikat batin dan memisahkan diri dari Tuhan.

Yesus datang untuk membebaskan manusia seutuhnya. Ia memulai dari mengampuni dosa. Karena kalau hati sudah damai dengan Tuhan, hidup akan menjadi lebih ringan, apa pun keadaan tubuh kita.

Hari ini Yesus mengingatkan kita juga: sebelum kita mengejar banyak hal, carilah Tuhan terlebih dahulu. Datanglah kepada-Nya dengan rendah hati seperti orang lumpuh itu, dibawa oleh iman orang-orang di sekitarnya.

Karena saat Tuhan mengampuni, Ia juga memberi kekuatan untuk bangkit dan berjalan lagi dengan kelegaan dan damai.

Marilah Berdoa:

“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, seperti aku mengampuni yang bersalah kepadaku”

You may also like

Leave a Comment

This will close in 0 seconds

lapkv
botakqq
mataqq
bcaqq
situs parlay
bbm88
situs indobet365 indobet365