Home » CARA MENANG YANG ELEGAN

CARA MENANG YANG ELEGAN

by Paroki St, Yoseph Buli
0 comments
Renungan, Senin 15 Juni 2026. Hari Biasa XI (H). 1Raj 21:1-16;  Matius 5:38-42.


“Hukum lama berkata: mata ganti mata, gigi ganti gigi.” 
Tetapi Tuhan Yesus berkata: “Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.”

Kata-kata ini menantang. Pipi kanan ditampar, berikan juga pipi kiri. Diminta baju, berikan juga jubah. Kedengarannya lemah. Padahal ini adalah kekuatan yang paling sulit dilakukan.

Dunia mengajarkan kita membalas seimbang. Dilukai, maka melukai balik. Direndahkan, maka merendahkan balik. Dibenci maka membenci balik. Lingkaran itu tidak pernah selesai. Luka hanya bertambah. Ini tanda orang lemah, dan semua orang bisa melakukan hal ini.

Tuhan Yesus menawarkan jalan yang lebih tinggi. Memberi pipi kiri berarti menolak untuk direndahkan oleh kebencian. Memberi lebih dari yang diminta berarti memutus rantai tuntutan. Orang yang berbuat jahat mengharapkan amarah. Ketika yang ia terima adalah kebaikan, hatinya sendiri yang justru terusik.

Inilah cara Kristus sendiri. Ia dihina, diludahi, disalib. Namun dari salib Ia tetap mengampuni. Itulah kemenangan yang sesungguhnya: tidak menjadi sama seperti orang yang menyakiti kita. Dan hanya sedikit orang saja yang mampu melakukan demikian.

Pasti ada orang yang menyakitkan dengan kata-kata, tindakannya, atau memanfaatkan kebaikan kita. Naluri pertama adalah membalas.

Injil hari ini mengajak kita menahan diri sejenak. Pilihlah cara Kristus. Berbuat baik bukan karena orang itu layak, tetapi karena kita adalah pengikut Kristus yang penuh kasih.

Kemurahan hati yang teguh memang berat. Namun hanya itulah yang dapat mematikan api, bukan menambah kayu bakar dan bensin.

Marilah Berdoa:

“Ya Allah, semoga aku dapat mengasihi sesama tanpa pamri, sebagai ungkapan cintaku kepada-Mu”

You may also like

Leave a Comment

lapkv
botakqq
mataqq
bcaqq
situs parlay
bbm88
situs indobet365 indobet365