
Dalam Injil hari ini dikisahkan: ibu Maria dan St. Yoseph kehilangan Yesus. Ketika sadar, mereka langsung balik ke Yerusalem. Tiga hari penuh mereka mencari. Mereka tidak berhenti sebelum ketemu. Karena Yesus sangat berharga bagi mereka.
Di kehidupan kita, kalau dompet jatuh, kita balik. Kalau kunci hilang, semua sudut rumah kita bongkar. Tenaga keluar, waktu keluar. Sebab itu penting. Lalu bagaimana dengan Tuhan?Â
Doa pribadi lima menit terasa berat. “Besok saja” akhirnya jadi kebiasaan menunda bahkan tidak lagi dilaksanakan. Misa hari Minggu terasa bosan, pikiran melayang. Ada ibada Rukun alasannya “lelah, ada kerjaan”. Lama-lama kita tidak kehilangan Tuhan, tetapi kita berhenti mencari Dia.
Ibu Maria dan St. Yoseph tidak begitu. Mereka cemas, balik ke Yerusalem, dan mencari Yesus. Dan akhirnya mereka menemukan Yesus di tempat yang tepat: Bait Allah, rumah doa.
Jadi kita belajar hal penting dari sikap ibu Maria dan St. Yoseph yang balik mencari Yesus dengan cara:
Kembali ke doa pribadimu: duduk diam 1 menit saja sebelum tidur, ucap nama Tuhan, dan ceritakan apa saja.
Balik ke misa: hadir walau hati kosong. Duduk, dengar, bernyanyi. Kesetiaan mendahului perasaan.Â
Balik ke lingkungan rukun: datang walau hanya untuk duduk bersama. Di situlah iman kita dikuatkan orang lain.
Yang hilang akan ketemu kalau kita sungguh mau cari. Ibu Maria dan St. Yoseph menemukan Yesus karena mereka tidak malas balik mencari. Kita juga akan menemukan Dia lagi kalau kita mau balik ke doa, ke gereja, ke komunitas iman kita.
Jangan tunggu nanti. Balik dari jalanmu yang sudah melenceng dan temukan Tuhan dalam doa-doamu.
Marilah Berdoa:
“Ya Allah, bersama-Mu kutemukan kedamaian”
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.