Renungan Harian. Api Injil 🔥
Hari Selasa. Pekan Biasa XXX
Efesus. 5:21-33
Lukas. 13:18-21
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, Tahun 2017 mendiang Almarhum Paus Fransiskus menerbitkan ensiklik “Amoris Laetitia” (Sukacita cinta). Dalam ensiklik ini, Paus mengundang keluarga-keluarga untuk menghadirkan kembali kesaksian akan sukacita cinta kepada dunia.
Beliau mengatakan bahwa keluarga bukanlah tempat pelarian atau pengungsian dari dunia, melainkan justru bergerak keluar dari rumah mereka dalam semangat solidaritas dengan orang lain. Pendeknya, keluarga diharapkan menjadi biji sesawi atau ragi yang kecil, tumbuh dan bergerak perlahan keluar, hingga akhirnya menjadi pohon tempat bersarang burung-burung atau membuat khamir seluruh adonan.
Saudara-saudariku yang terkasih, St Paulus menunjukkan seperti apa atau bagaimana pasangan suami-istri dapat menjadi saksi sukacita dunia. Dasarnya adalah kasih. Kasihlah yang mendorong setiap pribadi untuk saling memiliki dan merawat.
St. Paulus menunjukkan bahwa kasih suami-istri adalah pemberian diri timbal balik dari dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Ketaatan istri bukan penghambaan melainkan ungkapan cinta yang melahirkan komitmen untuk berbakti. Di sisi lain, suami mengungkapkan cinta dalam tanggung jawab yang total akan hidup istrinya. Ketika bakti berjumpa dengan tanggung jawab, terjadilah kesejahteraan, kebahagiaan dan kesaksian akan kasih Tuhan dalam keluarga. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Allah Bapa sumber cinta, anugerahkanlah cinta sejati kepada umat-Mu, terutama kepada keluarga-keluarga supaya dapat mengalami sukacita dalam mencintai satu sama lain. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.