Renungan Harian. Api Injil 🔥
Hari Sabtu. Pekan Biasa XXIX
Efesus 4:7-16
Lukas 13:1-9
Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, pernahkah kita menunda memperbaiki diri dengan berkata, “Nanti saja, masih ada waktu”? Kita sering menunda untuk berdoa, memaafkan, berbuat baik, bahkan memperbaiki kesalahan kita.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita untuk bertobat. Melalui perumpamaan tentang pohon ara yang belum menghasilkan buah, Yesus menunjukkan bahwa Allah itu sabar dan memberikan kesempatan kepada kita untuk berubah. Namun, kesabaran Tuhan bukan alasan untuk terus hidup dalam kesalahan. Kita dipanggil untuk menghasilkan buah pertobatan melalui kasih, pengampunan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Santo Paulus dalam surat kepada jemaat di Efesus mengingatkan bahwa setiap orang menerima karunia yang berbeda-beda. Karunia itu bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk membangun sesama dan mempersatukan kita dalam Kristus.
Saudara-saudari, Tuhan tidak menuntut kita langsung menjadi sempurna, tetapi Ia menghendaki kita terus bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik. Jangan hanya bertambah usia, tetapi biarlah iman dan kasih kita juga semakin bertumbuh.
Mari kita bertanya kepada diri sendiri: Buah kebaikan apa yang sudah saya hasilkan bagi keluarga, komunitas, dan sesama? Jangan menunggu sampai besok untuk berbuat baik, sebab hari ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas kesabaran dan kesempatan yang Engkau berikan kepada kami. Bantulah kami untuk bertobat, memperbaiki diri, dan menghasilkan buah-buah kasih dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.