Renungan Harian. Api Injil🔥
Hari Kamis Pekan Biasa XXX
Efesus 6:10-20
Lukas 13:31-35
Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, pernahkah kita berbuat baik kepada orang lain, tetapi justru mendapat kritik atau penolakan? Terkadang, ketika kita berusaha melakukan sesuatu yang benar, tantangan justru datang dari berbagai arah.
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengingatkan kita untuk mengenakan perlengkapan senjata Allah agar mampu bertahan melawan kejahatan. Senjata kita bukanlah kekerasan, melainkan kebenaran, keadilan, iman, dan doa.
Saudara-saudariku, dalam Injil, Yesus tetap teguh menjalankan misi-Nya meskipun menghadapi ancaman. Ia juga memperlihatkan hati yang penuh kasih ketika merindukan Yerusalem seperti induk ayam yang mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya. Namun, Yerusalem tidak mau menerima-Nya.
Dari kedua bacaan ini, kita belajar bahwa iman yang kuat bukan berarti hidup tanpa tantangan, melainkan tetap setia kepada Tuhan di tengah tantangan. Kasih sejati juga tidak berhenti hanya karena ditolak atau tidak dihargai.
Maka, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah saya tetap berbuat baik ketika tidak dihargai? Apakah saya tetap berdoa dan setia ketika menghadapi kesulitan?
Saudara-saudariku, janganlah kita mudah menyerah dalam melakukan kebaikan. Kenakanlah iman sebagai perisai, kebenaran sebagai pelindung, dan kasih sebagai kekuatan dalam hidup setiap hari. Sebab, Tuhan selalu menyertai orang yang setia berjalan bersama-Nya. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, kuatkanlah iman kami agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Ajarlah kami untuk tetap setia, berani melakukan kebaikan, dan mengasihi sesama dengan tulus. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.