Renungan Harian. Api Injil 🔥
Hari Rabu. Pesta Santo Simon dan Santo Yudas, Rasul
Efesus 2:19-22
Lukas 6:12-19
Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menghabiskan waktu semalam-malaman untuk berdoa sebelum memilih dua belas rasul. Hal ini menunjukkan bahwa setiap panggilan harus berakar dalam doa. Yesus tidak memilih para rasul karena mereka sempurna, melainkan karena Ia mengasihi dan mempercayakan tugas perutusan kepada mereka.
Santo Simon dan Santo Yudas adalah dua dari kedua belas rasul yang dipilih Yesus. Mereka dipanggil untuk menjadi saksi kasih Allah dan mewartakan Injil. Kesetiaan mereka mengajarkan kita bahwa menjadi murid Kristus bukan sekadar mengikuti-Nya, tetapi juga berani melayani dan memberikan diri bagi orang lain.
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengingatkan bahwa kita bukan lagi orang asing, melainkan anggota keluarga Allah. Kita dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Artinya, hidup kita akan menjadi kuat apabila Kristus menjadi pusat dari segala sesuatu yang kita lakukan.
Saudara-saudari, terkadang kita merasa diri tidak pantas, lemah, atau kurang mampu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Namun, Tuhan tidak menuntut kita menjadi sempurna terlebih dahulu. Ia menghendaki hati yang terbuka, kesediaan untuk belajar, dan kesetiaan dalam melayani. Sebab, yang membuat pelayanan kita berarti bukan kehebatan diri kita, melainkan kesetiaan kita kepada Kristus.
Maka, melalui teladan Santo Simon dan Santo Yudas, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah Kristus sungguh menjadi dasar hidup dan pelayanan saya? Apakah saya tetap setia melayani, meskipun tidak dihargai atau menghadapi kesulitan?
Semoga kita menjadi pribadi yang kokoh dalam iman, tekun dalam doa, dan setia dalam pelayanan, sehingga melalui hidup kita, semakin banyak orang mengalami kasih Kristus. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami agar selalu menjadikan Engkau dasar hidup kami. Melalui teladan Santo Simon dan Santo Yudas, ajarlah kami untuk setia dalam panggilan, tekun dalam doa, dan berani melayani dengan kasih. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.