Renungan Harian! Api Injil 🔥
Hari Jumat, Peringatan Wajib Santo Maksimilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir.
Saudara-saudariku yang terkasih, Dalam bacaan pertama, Nabi Yehezkiel menggambarkan kasih Allah kepada Israel seperti kasih seorang yang menemukan bayi yang terlantar, merawatnya, membesarkannya, dan menjadikannya sangat berharga. Namun, ketika telah menjadi indah dan kuat, Israel justru melupakan kasih Tuhan dan berpaling kepada hal-hal lain. Meskipun demikian, Allah tidak membalas dengan kebencian. Sebaliknya, Ia tetap mengingat perjanjian-Nya dan menunjukkan belas kasih-Nya.
Injil hari ini berbicara tentang kesetiaan dalam perkawinan. Yesus menegaskan bahwa sejak awal Allah menghendaki manusia hidup dalam kasih yang setia dan tidak tercerai-berai. Kasih sejati bukan hanya soal perasaan, tetapi juga komitmen untuk tetap setia dalam suka maupun duka.
Saudara-saudariku, Peringatan Santo Maksimilianus Maria Kolbe menjadi contoh nyata dari kasih yang setia dan total kepada Tuhan. Ketika berada di kamp konsentrasi Auschwitz pada masa Perang Dunia II, ia dengan sukarela menggantikan seorang tahanan yang dihukum mati karena tahanan itu memiliki istri dan anak-anak. Santo Maksimilianus menyerahkan hidupnya demi menyelamatkan sesamanya. Ia menunjukkan bahwa kasih sejati selalu siap berkorban.
Di zaman sekarang, kesetiaan sering kali menjadi sesuatu yang sulit dipertahankan. Banyak orang mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, baik dalam keluarga, persahabatan, pelayanan, maupun kehidupan iman. Namun, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk belajar setia seperti Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya dan seperti Santo Maksimilianus yang tetap mengasihi sampai akhir hidupnya.
Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah saya masih setia kepada Tuhan dalam doa? Apakah saya setia dalam tugas dan pelayanan yang dipercayakan kepada saya? Apakah saya tetap mengasihi sesama meskipun harus berkorban?
Semoga teladan Santo Maksimilianus Maria Kolbe menguatkan kita untuk menjadi pribadi yang setia, berani berkorban, dan tetap mengandalkan kasih Tuhan dalam setiap perjalanan hidup. Tuhan memberkati kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk setia kepada-Mu dan kepada sesama. Semoga melalui teladan Santo Maksimilianus Maria Kolbe, kami memiliki hati yang rela berkorban dan tetap teguh dalam iman, harapan, dan kasih. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.