Renungan Harian. Api Injil🔥
Hari Kamis, pekan biasa XIX
Yesaya. 12:1-12
Matius. 18:21-19:1
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, Bacaan Injil hari ini menampilkan satu kekhasan ajaran Kristiani yakni, perihal pengampunan. Bagi Petrus, pengampunan memiliki batas. Namun, Yesus menegaskan bahwa pengampunan harus dilakukan terus menerus hingga tujuh puluh kali tujuh kali. Artinya, kita harus selalu mengampuni sebab kita sendiri adalah pendosa.
Saudara-saudariku, Yesus menghendaki agar kita tidak bosan-bosannya untuk saling mengampuni. Standar tindakan pengampunan itu adalah Allah sendiri. Ia selalu mengampuni segala kesalahan dan dosa kita. Hal yang sama pun dituntut dari kita.
Kalai kita tidak mampu atau tidak mau mengampuni kesalahan sesama, rasa dendam itu akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri. Karena rasa dendam inilah yang menjadi sumber segala penyakit, baik jasmani maupun mental dan spiritual.
Saudara-saudariku yang terkasih, mengampuni sesama merupakan salah satu langkah untuk menyembuhkan diri. Mengampuni tidak hanya memberikan Damai dan sukacita kepada orang lain, tetapi juga melahirkan kehidupan baru, kesehatan jasmani dan rohani kepada diri kita. Oleh karena itu, mari kita saling mengampuni dan mendoakan satu sama lain. Dasar dari tindakan itu adalah Allah sendiri. Sebab, Ia adalah kasih yang suka mengampuni. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Ya Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, semoga dengan kekuatan ilahi-Mu, aku mampu saling mengampuni dan hidup rukun sebagai saudara, baik dalam keluarga, komunitas, gereja dan masyarakat. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.