Renungan Pagi. Api Injil🔥
Yehezkiel. 2:8-3:4
Matius. 18:1-5.10.12-14
Dalam kehidupan sehari-hari, Anak-anak sering kali diabaikan dan diremehkan. Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang miskin dan papa, yang cacat, sakit dan jompo. Seakan-akan kemampuan mereka menjadi alasan untuk diremehkan.
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, Bacaan Injil hari ini, membangun sebuah persepsi baru yang tidak lazim. Bagi Yesus, Orang-orang yang terbesar di dalam kerajaan Allah justru mereka yang seperti anak-anak kecil; seperti anak kecil bukan berarti hidup manja, cengeng, dan lain sebagainya, melainkan sikap tulus, polos dan apa adanya. Karena itu, ia menghendaki para pendengarnya untuk bertobat, merendahkan diri seperti anak kecil.
Pertobatan dari pihak manusia menuntut sikap pertengahan diri. Sementara dari sisi Allah, Bapa di surga itu adalah Allah yang maha rahim dan murah hati. Dialah seorang Bapa yang menghendaki agar semua orang di selamatkan dan memperoleh kasih dan kerahiman-Nya di surga.
Oleh karena itu, saudara-saudariku yang terkasih, Marilah kita berusaha untuk memberikan kasih dan perhatian kepada orang-orang miskin, menderita dan berkekurangan, serta juga kepada anak-anak. Sebab, kita diundang untuk masuk dalam kemuliaan Allah, jika kita mau merendahkan diri di hadapan-Nya, seperti anak kecil. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Ya Bapa, Engkaulah Allah yang tidak membiarkan aku berjalan sendirian. Uruslah Roh Kudus-Mu, agar memampukan aku untuk memberikan kasih dan perhatian kepada anak-anak terlantar, kaum miskin dan menderita. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.