Renungan, Senin 30 Maret 2026. Pekan Suci (U). Yes 42:1-7; Mzm 27:1.2.3.13-14; Yohanes 12:1-11
Pagi ini, kita diingatkan bahwa Tuhan ingin kita menjadi pribadi yang tulus, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Yudas Iskariot mengatakan bahwa minyak narwastu itu harus dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin, tapi sebenarnya dia hanya ingin mengambil uang itu untuk dirinya sendiri. Dia adalah seorang pencuri yang menyembunyikan niat jahatnya di balik kata-kata manis.
Kita juga sering dihadapkan pada situasi di mana kita harus memilih antara menjadi tulus atau menyembunyikan niat jahat. Misalnya, ketika kita ingin membantu orang lain, tapi ada motif lain yang tidak tulus di baliknya.
Tuhan melihat hati kita dan tahu apa yang sebenarnya kita inginkan. Dia ingin kita menjadi pribadi yang tulus, tidak hanya melakukan perbuatan baik, tapi juga memiliki hati yang tulus.
Mari kita belajar untuk menjadi pribadi yang tulus dari hati, sehingga perbuatan kita menjadi benar-benar baik dan membawa kebaikan bagi orang lain.
Marilah Berdoa: “Ya Tuhan, curakanlah Roh Kudus kepadaku, agar aku dimampukan untuk bertindak dan berkata dari ketulusan hati”
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.