Renungan Harian. Api Injil🔥
Hari Senin. Pekan Biasa XXVII
Galatia. 1:6-12
Lukas. 10:25-37
“Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus”. Saudara-saudariku yang terkasih, Kata-kata St. Paulus ini menegaskan bahwa mengikuti Kristus berarti meninggalkan keinginan untuk mencari apa yang berkenan bagi manusia.
St. Paulus secara terbuka mengkritisi orang beriman yang masih terus memburu kesukaan manusia dan selalu menggunakan ukuran manusia. Secara naluriah manusia mencari rasa aman, kenikmatan, kenyamanan, kemapanan dan kepuasan. Itu tidak salah. Tetapi menjadi salah ketika hanya itu yang diperjuangkan orang beriman, terlebih bila tenggelam dalam usaha pemuasan kesukaan itu.
Saudara-saudariku yang terkasih, kisah orang Samaria yang baik hati menampilkan potret orang yang berani mengesampingkan semua kesukaan dan ukuran manusia. Ia tidak mendapat untung apa-apa dari tindakan menolong orang yang terkapar di jalan. Ia bahkan harus berkorban banyak.
Saudara-saudariku, Begitu juga dengan Rasul Paulus ia mengesampingkan segala keinginan diri untuk mewartakan Injil Kristus. Iman menantang orang untuk berani keluar dari kesibukan seputar diri sendiri dan segala ukuran atau batasan diri. Iman adalah sikap berani keluar dari belenggu individualisme dan egoisme supaya kita mampu membawa kabar suka cita kepada sesama. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Allah Bapa sumber kerahiman, buatlah aku berani memperjuangkan kasih dan kerahiman meski harus berkurban dan mengalami kerugian. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.