Renungan Harian. Api Injil 🔥
Hari senin, Pekan Biasa XXII
1 Korintus 2:1-5
Lukas 4:16-30
Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, dalam bacaan pertama, Paulus berkata bahwa ia datang bukan dengan kata-kata yang hebat atau kebijaksanaan manusia, tetapi dengan mewartakan Kristus yang disalibkan. Paulus ingin menunjukkan bahwa kekuatan iman bukan terletak pada kepandaian manusia, melainkan pada kuasa Allah.
Dalam Injil, Yesus datang ke Nazaret dan membaca nubuat Nabi Yesaya: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.” Pada awalnya orang-orang kagum, tetapi ketika Yesus menyampaikan kebenaran yang tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka justru menolak-Nya.
Saudara-saudariku, kadang-kadang kita juga demikian. Kita senang mendengar firman Tuhan ketika firman itu menyenangkan hati kita. Tetapi ketika firman Tuhan menegur kesalahan, ego, atau kebiasaan buruk kita, kita mudah merasa tidak nyaman bahkan menolaknya.
Saudara-saudariku yang terkasih, iman bukan hanya tentang mendengar apa yang kita sukai, tetapi berani menerima kebenaran yang mengubah hidup kita. Karena itu, marilah kita membuka hati kepada Tuhan. Jangan sampai kita terlalu dekat dengan Yesus secara lahiriah, tetapi jauh dari-Nya dalam hati.
Pertanyaan refleksi untuk kita: Apakah saya sungguh menerima firman Tuhan, bahkan ketika firman itu menegur dan mengubah diri saya?
Semoga seperti Paulus, kita tidak mengandalkan kekuatan dan kepandaian sendiri, tetapi semakin percaya pada kuasa Allah dan berani menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan memberkati kita semua. Amin
Doa: Tuhan Yesus, bukalah hati kami agar mampu menerima kebenaran dan Sabda-Mu dengan rendah hati. Jangan biarkan kami menolak-Mu ketika Engkau menegur dan mengubah hidup kami. Kuatkan iman kami agar selalu mengandalkan kuasa-Mu dan setia menjadi saksi kasih-Mu. Amin

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.