Renungan Harian. Api Injil 🔥
Hari Selasa. Pekan Biasa XXIX
Efesus. 2:12-22
Lukas. 12:35-38
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, Santo Paulus mengajarkan bahwa buah dari pengorbanan Kristus adalah rekonsiliasi. Yang dahulu jauh menjadi dekat, yang tercerai-berai disatukan, yang tadinya asing menjadi kawan sewarga.
Sejak dibaptis, kita adalah anggota gereja, yang berarti kita adalah saudara satu sama lain. St. Paulus memberi kita kesempatan untuk bertanya kepada diri kita sendiri tentang bagaimana kita bersekutu dan bersaudara selama ini.
Saudara-saudariku yang terkasih, rekonsiliasi dan persaudaraan bukan hanya tanggung jawab Tuhan Yesus. Karena sejak dibaptis, tanggung jawab itu juga menjadi tanggung jawab kita. Yesus mengingatkan bahwa “hendaklah pingganggmu tetap terikat dan pelitamu tetap bernyala”.
kita tentu bisa memaknainya sebagai sebuah pesan supaya langkah kita tetap teguh dan semangat terus bernyala untuk menjaga persaudaraan di antara kita dan untuk menghadirkan rekonsiliasi bagi mereka yang berseteru.
Oleh karena itu saudara-saudariku yang terkasih, kita semua di undang menjadi pelayan-pelayan rekonsiliasi, bukan hanya di dalam gereja, melainkan juga di mana pun kita berada. Tentu akhir-akhir ini banyak kekhawatiran tentang persatuan bangsa. Kiranya dalam situasi seperti ini kita bisa berperan untuk menjadi pelayan rekonsiliasi. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu yang penuh cinta dan senantiasa memperjuangkan rekonsiliasi dan persaudaraan. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.