Renungan Harian. Api Injil🔥
Hari Rabu. Pekan Biasa XXIII
1 Korintus. 7:25-31
Lukas. 6:20-26
Saudada-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, ada begitu banyak kasus yang terjadi di negara kita ketika iman dan ragam perbedaan dijadikan isi untuk merusak tatanan hidup bersama. Persoalan menjadi lebih pelik ketika pihak yang berkepentingan mengklaim diri sebagai kelompok yang paling benar dan suci.
Ruang kesetaraan dan keadilan bagi setiap orang masih menjadi perjuangan terus menerus untuk anak bangsa ini. Penghayatan iman dan keberanian untuk mengakui identitas Kristiani menjadi sikap dan dasar kemuridan Kristus, meski memiliki konsekuensi yang tidak mudah.
Saudada-saudariku yang terkasih, Yesus melalui sabda bahagia menunjukkan konsekuensi dan resiko yang mungkin akan dihadapi karena iman dan tindakan kebenaran. Perwujudan iman di tengah dunia manusia dengan segala kecenderungannya memungkinkan lahirnya persoalan, tantangan dan sikap-sikap yang menyakitkan.
Saudada-saudariku, terbuka kemungkinan martabat kemanusiaan dan taruhan nyawa menjadi konsekuensi akhir dari hidup keberimanan kita. Yesus memberikan peneguhan dan janji bahagia bila kita setia menghidupi iman kepada-Nya hingga akhir (bdk. Luk. 6:20-23).
Inilah yang menguatkan kita untuk berani menunjukkan identitas Kristiani dan mewujudkannya dalam sikap hidup keseharian. Pertanyaan untuk kita refleksikan: Apakah kita juga berani setia beriman kepada Yesus dalam pelbagai himpitan hidup di sekitar kita? Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, berilah aku anugera kesetiaan untuk mengimani Engkau dalam berbagai situasi hidup. Semoga ragam persoalan dan tantangan tidak memudarkan iman dan kasihku akan Dikau. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.