Home » “Di tengah Lalang, Tetaplah menjadi Gandum”

“Di tengah Lalang, Tetaplah menjadi Gandum”

by Paroki St, Yoseph Buli
0 comments

Renungan Harian API INJIL

Hari Selasa 28 Juli 2026, Pekan Biasa XVII

Yeremia. 14:17-22.

Matius. 13:36-43

Kita sering bertanya, mengapa orang baik harus hidup berdampingan dengan kejahatan? Mengapa kebohongan, ketidakadilan, dan dosa seolah terus bertumbuh di sekitar kita? Bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat kenyataan itu dengan mata iman.

Nabi Yeremia menangisi bangsanya yang terluka akibat dosa. Namun, di balik ratapan itu tersimpan sebuah pengharapan. Yeremia percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Ia mengajak mereka kembali kepada Allah, sebab hanya Dialah sumber belas kasih dan keselamatan.

Dalam Injil, Yesus menjelaskan bahwa gandum dan lalang akan tumbuh bersama hingga musim panen. Tuhan tidak terburu-buru menghakimi, karena kasih-Nya selalu memberi kesempatan bagi setiap orang untuk bertobat. Sementara itu, kita dipanggil untuk tetap menjadi “gandum”: hidup dalam kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan kesetiaan, meskipun berada di tengah dunia yang sering kali dipenuhi “lalang”.

Hari ini, marilah kita tidak sibuk menilai hidup orang lain. Sebaliknya, mari bertanya kepada diri sendiri: Apakah kehadiranku membawa damai, harapan, dan kasih bagi sesama? Ataukah justru menumbuhkan kebencian dan perpecahan?

Semoga kita tetap setia menjadi gandum yang baik. Sebab pada waktunya, Tuhan akan menyatakan keadilan-Nya, dan mereka yang hidup benar akan “bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa.”

Tuhan memberkati kita semua. Jangan lupa bahagia.

Doa:
Tuhan Yesus, bantulah aku untuk tetap menjadi gandum yang baik di mana pun aku berada. Jangan biarkan hatiku dikuasai oleh kebencian dan dosa, tetapi penuhilah aku dengan kasih, kesabaran, dan semangat untuk selalu melakukan kehendak-Mu. Amin

You may also like

Leave a Comment

This will close in 0 seconds

lapkv
botakqq
mataqq
bcaqq
situs parlay
bbm88
situs indobet365 indobet365