
Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat bagaimana Yesus memanggil dan mengutus para murid untuk menjadi misionaris. Mereka diberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang sakit. Namun, apa yang membuat mereka menjadi misionaris sejati bukanlah hanya kuasa yang mereka miliki, tapi bagaimana mereka menjalani misi itu dengan iman dan keberanian.
Santa Agata, seorang perawan dan martir, adalah contoh misionaris sejati. Dia berani mempertahankan imannya meskipun harus menghadapi kesulitan dan penganiayaan. Dia tidak menyerah, tapi terus bersaksi tentang kasih Kristus.
Kita juga dipanggil untuk menjadi misionaris sejati di tengah-tengah kehidupan kita. Kita tidak perlu pergi ke tempat jauh untuk menjadi misionaris, tapi kita dapat memulai dari lingkungan sekitar kita. Kita dapat menjadi saksi kasih Kristus melalui tindakan kasih dan kepedulian kita terhadap sesama.
Mari, jadilah misionaris sejati dengan menjalani imanmu dalam tindakan kasih dan keberanian, sehingga orang lain dapat melihat kasih Kristus dalam diri kita.
Marilah berdoa:
“Ya Tuhan, mampukan aku untuk menjadi saksi-Mu di dunia ini, lewat sikap dan perkataanku dalam keseharian”