
Aturan memiliki peran penting dalam kehidupan berumat dan beribadah. Aturan memberikan struktur, menjaga kehormatan terhadap ibadah, dan menjadi panduan agar kita hidup sesuai dengan ajaran Tuhan. Para ahli Taurat dan Farisi pada masa Yesus sangat tekun menjaga aturan Sabat, yang melarang segala bentuk pekerjaan sebagai wujud penghormatan kepada Sang Pencipta.
Namun Yesus menunjukkan bahwa tujuan utama dari setiap aturan adalah kasih. Ia menjelaskan bahwa Sabat diciptakan untuk kesejahteraan manusia, bukan manusia diciptakan untuk Sabat. Misalnya ada tetangga kita yang sakit berat dan perlu dilarikan ke rumah sakit. Ia sakit pada hari Minggu, hari istirahat. Maka mana yang harus dilakukan, memilih beristirahat sesuai aturan atau mengantarkan tetangga yang sakit?. Hukum Allah tidak dirancang untuk membuat hidup menjadi berat atau menjauhkan kita dari sesama, melainkan untuk mengarahkan kita pada cara hidup yang penuh cinta dan perhatian.
Pesan bagi kita bahwa aturan harus selalu berada di bawah naungan kasih. Kita tidak boleh terjebak pada ketegasan aturan hingga melupakan inti dari ajaran Kristus, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.
Marilah Berdoa:
“Ya Allah sang sumber kasih. Curahkanlah rahnat-Mu padaku agar aku mampu menempatkan hukum kasih di atas segala-galanya”