Home » “Kasih yang Menghidupkan Iman”

“Kasih yang Menghidupkan Iman”

by Paroki St, Yoseph Buli
0 comments

Renungan Harian. Api Injil 🔥

Peringatan Wajib Santo Kornelius, Paus, dan Santo Siprianus, Uskup, Martir

1 Korintus 12:13–13:13

Lukas 7:31–35

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengingatkan kita bahwa kita semua adalah satu tubuh dalam Kristus. Ada banyak anggota dengan tugas dan karunia yang berbeda, tetapi semuanya dipersatukan oleh kasih. Bahkan, Paulus menegaskan bahwa sekalipun kita memiliki iman yang besar, pengetahuan yang luas, dan mampu melakukan banyak hal, tanpa kasih semuanya itu tidak berarti.

Kasih bukan hanya kata-kata yang indah, melainkan sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kasih berarti sabar menghadapi kekurangan orang lain, tidak mudah marah, tidak mencari keuntungan diri sendiri, dan tetap berbuat baik meskipun tidak selalu dihargai.

Saudara-saudariku yang terkasih, dalam Injil, Yesus menggambarkan orang-orang yang sulit menerima kebenaran. Ketika Yohanes Pembaptis hidup sederhana, mereka mengatakan bahwa ia kerasukan setan. Ketika Yesus datang dan makan bersama orang lain, mereka menyebut-Nya pelahap dan sahabat orang berdosa. Apa pun yang dilakukan, mereka tetap mencari alasan untuk menolak. Ini mengingatkan kita bahwa kadang-kadang hati manusia sudah tertutup sehingga tidak mampu melihat kebaikan yang ada di depan mata.

Santo Kornelius dan Santo Siprianus memberikan kesaksian iman sampai menyerahkan hidup mereka sebagai martir. Mereka menunjukkan bahwa kasih kepada Kristus bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam kesetiaan, keberanian, dan pelayanan kepada Gereja.

Saudara-saudari, kita mungkin tidak dipanggil untuk menghadapi kemartiran seperti kedua santo ini, tetapi kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih setiap hari. Di dalam keluarga, komunitas, dan pelayanan, marilah kita belajar untuk tidak mudah menghakimi, tidak mencari-cari kesalahan, dan tidak membiarkan perbedaan memecah persaudaraan.

Pertanyaan refleksi bagi kita: Apakah iman saya sungguh menghasilkan kasih, atau saya hanya pandai berbicara tentang kasih tanpa mewujudkannya?

Semoga melalui teladan Santo Kornelius dan Santo Siprianus, kita semakin setia kepada Kristus, berani membela kebenaran, dan menjadi tanda kasih Allah bagi sesama. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

You may also like

Leave a Comment

This will close in 0 seconds

lapkv
botakqq
mataqq
bcaqq
situs parlay
bbm88
situs indobet365 indobet365