Renungan Harian. Api Injil🔥
Hari Senin. Pesta Salib Suci
Bilangan 21:4-9
Filipi 2:6-11
Yohanes 3:13-17
Stasi St. Yoseph Gebe
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Kristus, dalam bacaan pertama, bangsa Israel mulai bersungut-sungut kepada Allah dan Musa karena perjalanan mereka di padang gurun. Mereka merasa lelah, kecewa, dan tidak sabar. Akibatnya, mereka dipagut ular-ular berbisa. Namun, ketika mereka bertobat dan memandang ular tembaga yang ditinggikan Musa, mereka disembuhkan.
Peristiwa ini menjadi gambaran tentang Yesus Kristus yang ditinggikan di kayu salib. Dalam Injil, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Salib adalah bukti bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia. Ia rela memberikan Putra-Nya demi keselamatan kita.
Bacaan kedua mengingatkan kita bahwa Yesus, walaupun memiliki rupa Allah, merendahkan diri dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Karena itu, Allah sangat meninggikan Dia. Salib mengajarkan kepada kita bahwa jalan menuju kemuliaan bukanlah kesombongan, melainkan kerendahan hati, ketaatan, dan kasih yang rela berkorban.
Saudara-saudarikilu yang terkasih, setiap orang mempunyai salib kehidupan: kesulitan, kegagalan, kekecewaan, dan tanggung jawab yang berat. Kadang-kadang kita ingin menyerah karena merasa salib itu terlalu berat. Namun, melalui Pesta Salib Suci, Tuhan mengajak kita untuk memandang salib dengan iman. Jangan hanya melihat penderitaannya, tetapi lihatlah kasih Allah yang hadir di dalamnya.
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk memikul salib dengan setia, mengampuni, melayani, dan tetap berbuat baik meskipun menghadapi tantangan. Sebab, salib bukan akhir dari perjalanan, melainkan jalan menuju kebangkitan dan kehidupan kekal.
Pertanyaan refleksi untuk kita : Apakah saya masih bersungut-sungut ketika menghadapi kesulitan, ataukah saya mau memandang salib Kristus dan percaya bahwa kasih Allah selalu menyertai saya?
Doa: Tuhan Yesus yang tersalib, kuatkanlah kami dalam memikul salib kehidupan. Ajarlah kami untuk rendah hati, setia, dan percaya pada kasih-Mu. Semoga melalui salib-Mu, kami memperoleh keselamatan dan menjadi saksi kasih-Mu bagi sesama. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.