Renungan Harian. Api Injil 🔥
Hari Sabtu. Peringatan wajib Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, Martir.
Yeremia. 1:17-19.
Markus. 6:17-29.
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, sabda Tuhan hari ini mempertemukan kita dengan dua sosok yang sama-sama berani menyuarakan kebenaran: Nabi Yeremia dan Santo Yohanes Pembaptis. Keduanya tidak takut menghadapi ancaman dan penolakan karena mereka tahu bahwa tugas mereka adalah menyampaikan kehendak Allah.
Dalam Injil, Yohanes Pembaptis menegur Herodes karena mengambil Herodias, istri saudaranya. Yohanes tidak memilih diam demi keselamatan dirinya. Ia tetap mengatakan yang benar, meskipun akhirnya harus membayar dengan nyawanya. Herodes sebenarnya tahu bahwa Yohanes adalah orang benar, tetapi karena gengsi, janji yang gegabah, dan tekanan orang lain, ia akhirnya membiarkan Yohanes dibunuh.
Saudara-saudariku yang terkasih, dari Yohanes kita belajar bahwa iman bukan hanya tentang berani berbicara ketika keadaan mudah, tetapi juga berani mempertahankan kebenaran ketika kita berada dalam tekanan sekalipun.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita tidak dipenggal seperti Yohanes. Tetapi kita bisa mengalami “kematian kecil”: ketika kita ditolak karena jujur, disalahpahami karena mempertahankan kebenaran, atau kehilangan kenyamanan karena memilih melakukan yang benar.
Pertanyaannya: Apakah kita berani seperti Yohanes, atau kita lebih sering memilih diam supaya aman dan disukai orang?
Saudara-saudariku yang terkasih, Mari kita belajar dari Santo Yohanes Pembaptis: lebih baik kehilangan kenyamanan karena kebenaran dari pada kehilangan kebenaran demi kenyamanan. Kiranya hidup kita menjadi kesaksian bahwa Kristus adalah kebenaran yang harus kita wartakan, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga melalui keberanian dan kesetiaan hidup. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Doa: Santo Yohanes Pembaptis, doakanlah kami agar berani menjadi saksi kebenaran dan tetap setia kepada Kristus sampai akhir. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.