Renungan Harian. Api Injil 🔥
Hari Sabtu, Pw SP Maria, Ratu
Yehezkiel. 34:1-7a
Matius. 23:1-12
“Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Mat. 23:12) Yesus memberi kita pesan religius yang paling sederhana, namun yang paling mendalam yakni perihal tentang kerendahan hati.
Saudara-saudariku yang terkasih, memegahkan diri untuk kehormatan, perhatian, dan demi pujian, tak punya makna apa-apa. Setiap kali kita memegahkan diri sebagai yang paling baik dari antara orang lain, kita benar-benar hanya memperoleh ketidakpercayaan, kurangnya rasa hormat, dan sering ditertawakan.
Saudara-saudariku, “rahasia” Untuk ditinggikan adalah dengan merendahkan diri. Dan, hal itu tidak perlu dibuat-buat atau seperti settingan belaka. Kata “rendah hati,” Berasal dari bahasa Latin, yakni humilis = rendah. Menjadi “siapa kita yang sejati” di hadapan Tuhan dan sesama, pertama-tama dengan berusaha untuk menjadi diri sendiri dan rendah hati.
Saudara-saudariku terkasih, Yesus tahu bahwa penghiburan yang jujur dengan diri sendiri membuka jalan bagi rahmat yang kuat. Penilaian diri yang sejati akan selalu membawa saya pada wawasan yang mendalam: “saya miskin, ada kekosongan spiritual, kelaparan, menyadari banyak dosa kelalaian di hati saya. ” Di sanalah, di tempat yang sederhana itu, saya akan selalu menemukan berkat yang Yesus berikan kepada “orang yang miskin dalam roh.” Tuhan memberkati kita semua. Amin
Doa: Tuhan Yesus, Engkaulah Tuhan, guru dan saudaraku. Semoga dengan bimbingan-Mu, aku semakin rendah hari dan murah hati seperti Engkau. Amin.

Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.