Home » “Kasih yang menghidupkan”

“Kasih yang menghidupkan”

by Paroki St, Yoseph Buli
0 comments

Renungan pagi. Api Injil

Hari biasa pekan XVII

PW. Santa Marta, Maria dan Lazarus.

1Yohanes. 4:7-16

Yohanes. 11:19-27

Saudara-saudariku yang terkasih, Dalam bacaan pertama (1 Yohanes 4:7-16), Rasul Yohanes mengajak kita untuk saling mengasihi. Mengapa? Karena kasih berasal dari Allah. Kasih bukan hanya sekadar kata-kata manis atau perasaan sesaat, melainkan tindakan nyata yang lahir dari hati yang mengenal Tuhan. Bahkan Yohanes dengan tegas mengatakan, “Allah adalah kasih.” Artinya, semakin kita hidup dalam kasih, semakin kita hidup dalam Allah.

Injil hari ini (Yohanes 11:19-27) memperlihatkan perjumpaan yang mengharukan antara Yesus dan Marta setelah kematian Lazarus. Di tengah kesedihan dan air mata, Marta tetap menunjukkan imannya kepada Yesus. Ketika Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup,” Marta menjawab dengan penuh keyakinan, “Ya Tuhan, aku percaya.”

Saudara-saudariku, Dua bacaan hari ini mengajarkan bahwa kasih dan iman selalu berjalan bersama. Kasih membuat kita tetap peduli kepada sesama, sedangkan iman membuat kita tetap berharap kepada Tuhan, bahkan ketika hidup terasa berat dan penuh kekecewaan.

Sering kali kita seperti Marta. Kita berdoa, tetapi jawaban Tuhan terasa lambat. Kita berharap, tetapi kenyataan tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun, Tuhan mengajak kita untuk tetap percaya. Di balik setiap kesulitan, kasih-Nya tidak pernah meninggalkan kita. Kasih Tuhan mampu mengubah kesedihan menjadi pengharapan dan kematian menjadi kehidupan.

Pada peringatan Santa Marta hari ini, marilah kita belajar darinya: tetap mengasihi, tetap melayani, dan tetap percaya kepada Yesus dalam segala situasi. Sebab ketika kasih dan iman bertumbuh dalam hati kita, kita akan mengalami kehadiran Allah yang memberi hidup.

Tuhan memberkati kita. Jangan lupa bahagia.

Pertanyaan Refleksi:
Apakah saya masih percaya pada kasih dan penyertaan Tuhan ketika menghadapi kesulitan dan kekecewaan dalam hidup?

Doa Singkat:
Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk hidup dalam kasih dan tetap percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Semoga seperti Santa Marta, aku mampu berkata dengan yakin: “Ya Tuhan, aku percaya.” Amin.

You may also like

Leave a Comment

This will close in 0 seconds

lapkv
botakqq
mataqq
bcaqq
situs parlay
bbm88
situs indobet365 indobet365