Renungan, Selasa 31 Maret 2026. Pekan Suci (U). Yes 49:1-6; Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15.17; Yohanes 13:21-33.36-38
Injil hari ini membawa kita ke dalam suasana Perjamuan Terakhir, di mana Yesus mengetahui bahwa Ia akan dikhianati dan disangkal oleh murid-murid-Nya. Yudas Iskariot, salah satu dari dua belas murid, akan menyerahkan Yesus, sementara Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali.
Namun, Yesus tidak menjauh atau menghindar. Dia tetap hadir, tetap mengasihi, dan bahkan memberikan roti kepada Yudas, meskipun tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya. Yesus juga tetap percaya pada Petrus, meskipun tahu bahwa Petrus akan menyangkal-Nya.
Kita dapat belajar bahwa:
1. Kasih sejati tidak lari dari luka dan penderitaan. Yesus menunjukkan kasih-Nya yang tidak berubah, bahkan di tengah-tengah pengkhianatan dan penyangkalan.
2. Kita tidak sempurna, tapi Tuhan tetap percaya. Yesus tahu kelemahan murid-murid-Nya, tapi Dia tetap memilih mereka dan percaya pada mereka.
3. Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tapi kesetiaan. Yesus tidak meminta murid-murid-Nya untuk menjadi sempurna, tapi untuk tetap setia dan percaya pada-Nya.
Marilah Berdoa: “Ya Tuhan, semoga kami mampu menjadi murid-murid-Mu yang setia, meskipun kami tidak sempurna. Bantu kami untuk tetap percaya dan mengasihi-Mu, bahkan di tengah-tengah kelemahan dan kegagalan kami“
Paroki Santo Yoseph Buli adalah pusat pelayanan Katolik di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Amboina. Paroki ini tumbuh dari stasi kecil di wilayah Maba, melayani umat Katolik di wilayah Buli dan sekitarnya, serta didedikasikan kepada Santo Yosef.