
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan tentang sikap rendah hati lewat perumpamaan dua orang yang berdoa di bait Allah. Orang Farisi bangga dengan kebaikannya dan memandang rendah orang lain, sementara pemungut cukai mengakui dosa dan memohon ampun dengan tulus.
Dalam kehidupan sehari-hari, mudah sekali merasa hebat karena pencapaian atau kebaikan kita, lalu menilai orang lain dari luar. Tapi yang Tuhan inginkan adalah hati yang jujur dan rendah hati, siap mengakui kekurangan dan bergantung sepenuhnya pada kasih-Nya.
Hidup kita bukan tentang membandingkan diri dengan orang lain, tapi tentang terus menerus belajar menjadi lebih rendah hati agar makin dekat dengan Tuhan. Kerendahan hati membuka pintu rahmat dan damai sejati dalam hidup kita.
Marilah Berdoa:
“Ya Tuhan, semoga aku dapat meneladani sikap pemungut cukai yang dengan rendah hati mengakui kelemahan dan dosanya”